PT DI Libatkan Industri Lokal

BANDUNG, (PRLM).- Setelah beberapa komponen pesawat, PT Dirgantara Indonesia kini juga melibatkan industri lokal untuk memasok alat bantu manufaktur (Jig dan Tool). Setidaknya ada 20 industri lokal yang kini memasok hingga 60 persen Jig dan Tool ke PT DI.

Kepala Divisi Rekayasa Manufaktur PT DI Mukhamad Robiawan mengatakan, keterlibatan industri lokal saat ini mendukung tiga program PT DI, yaitu dalam pembuatan pesawat C295, N219 dan helikopter MK2. “Untuk heli MK2 sejumlah jig dan tool dipasok industri lokal, jumlahnya naik sampai 50 persen untuk program C295 dan 60 persen di N219,” katanya di sela-sela serah terima Jig dan tool dari pemasok, di Gedung Sumba, Kawasan Produksi PT DI, Jln. Pajajaran Kota Bandung, Jumat (29/1/2016).

Menurut Robi, ada dua alasan utama PT DI melibatkan industri lokal untuk memasok jig dan tool. Selain menyiasati keterbatasan kapasitas divisi manufaktur PT DI, hal itu juga untuk memajukan industri lokal agar mampu memenuhi kebutuhan sarana pendukung industri dirgantara nasional.

Robi menambahkan, dulu PT DI memang mampu memproduksi sendiri semua alat pendukung manufaktur pesawat. Namun sejak revitalisasi 2003 lalu, jumlah SDM hanya mampu memproduksi sebagian dari jig dan tool yang diperlukan.

Selain itu, kata Robi, program produksi pesawat di PT DI saat ini juga banyak yang berjalan bersamaan seperti program MK2, C295 dan N219. “Jadi kami ingin memokuskan diri ke inti bisnis kami yaitu membuat pesawat terbang. Untuk jig, tool dan alat pendukungnya kami yakin bisa dipenuhi industri lain di dalam negeri ” ujarnya.

Untuk produksi N219, PT DI saat ini memasok jig untuk membantu pembuatan outer wing box dari PT TEHA asal Kota Bandung dan jig untuk rudder dari PT MBS Tangerang. Selain itu, sejumlah tool juga dipasok dari PTMadukoro Semarang.

Robi mengakui, industri-industri tersebut sebelumnya hanya memproduksi peralatan untuk industri mobil. Namun mereka mampu membayar kepercayaan yang diberikan dengan membuat peralatan sesuai spesifikasi untuk industri pesawat terbang, setidaknya di PT DI.

Sementara itu Sales Manager PT MBS Satria Agus mengatakan, pihaknya menyambut baik pelibatan industri mesin lokal dalam mendukung industri dirgantara nasional. “Ini tantangan untuk kami, karena untuk kebutuhan industri dirgantara memang spesifikasinya lebih sulit,” katanya.

Menurut Agus, pihaknya dipercaya PT DI setelah mengikuti serangkaian proses lelang tender. Selama produksi pun, PT DI terus memberikan arahan agar hasilnya sesuai yang kriteria yang dibutuhkan.

“Bahkan setelah selesai pun, kami belum berani mengirim. Setelah ada perwakilan PT DI ke tempat kami dan memastikan kualitas dan spesifikasinya sesuai yang diminta, baru kami kirim,” ujarnya. (Handri Handriansyah/A-147)***

Comments

comments