Pengurus Baru INSA Dorong Daya Saing Industri Pelayaran

JAKARTAPersatuan Pengusaha Pelayaran Niaga Nasional Indonesia atau Indonesian National Shipowners Association (INSA) melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) INSA periode 2015-2019 yang dilakukan Ketua Umum terpilih, Carmelita Hartoto di Hotel Pullman Jakarta.

Pelantikan pengurus DPP INSA dilakukan setelah Ketua Umum terpilih yang didampingi oleh Formatur Pendamping telah rampung membentuk susunan pengurus yang memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) INSA.

Ketua Umum INSA 2015 -2019, Carmelita Hartoto mengatakan, DPP INSA periode 2015-2019 memiliki tanggung jawab besar, sebab tantangan dunia pelayaran nasional ke depannya semakin tidak mudah. Oleh karena itu, pengurus DPP INSA periode 2015-2019 harus lebih solid dan mampu bekerja keras untuk menghadapi berbagai tantangan demi memajukan dunia pelayaran nasional.

“Pengurus INSA 2015-2019 harus bekerja lebih keras untuk melayani seluruh anggota dan memberikan kontribusinya untuk kemajuan industri pelayaran nasional,” ujarnya di Jakarta, Kamis (21/1/2016).

Dia mengungkapkan, INSA 2015-2019, harus menjadi penggerak utama dalam memperjuangkan kemajuan dunia pelayaran nasional. Berbagai program kerja pun telah dirancang untuk meningkatkan daya saing industri pelayaran nasional.

Program kerja tersebut diantaranya mendorong pemerintah untuk berkontribusi aktif dalam efisiensi dan peningkatan daya saing industri pelayaran nasional, memaksimalkan pemberdayaan armada merah putih untuk angkutan domestik dan ekspor-impor. Upaya yang dilakukan antara lain meringankan atau membebaskan bea masuk kapal impor agar tidak dikenakan untuk jenis kapal yang belum mampu diadakan di dalam negeri.

Mendorong sektor perbankan agar memberikan insentif bunga yang kompetitif bagi dunia pelayaran, memperjuangkan agar Menteri Keuangan memberikan relaksasi di bidang fiskal untuk industri pelayaran dengan memberikan PPN tidak dipungut atau dibebaskan untuk pembelian BBM kapal niaga untuk kegiatan domestik.

Selain itu, INSA juga akan merealisasikan program beyond cabotage dengan melakukan kerjasama dengan pihak terkait agar mendapatkan volume muatan ekspor-impor dengan armada merah putih, memperjuangkan agar subsidi untuk tol laut tidak bersinggungan dengan rute yang sudah dijalani oleh pelayaran swasta nasional selama ini.

INSA menurutnya akan terus memperjuangkan lahirnya kebijakan-kebijakan yang pro terhadap industri pelayaran nasional, baik dari sisi kebijakan fiskal maupun perbankan.

“Pengurus optimis dapat menjalankan roda organisasi dengan baik dan melaksanakan program kerja yang diamanahkan dalam Rapat Umum Anggota maupun program kerja tambahan yang sesuai dengan kebutuhan anggota INSA,” pungkasnya.

Sejumlah pejabat serta ketua Asosiasi hadir dalam Pelantikan Kepengurusan DPP INSA diantaranya Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli; Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sugihardjo, Staf Ahli Menteri Perhubungan, Leon Muhamad, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Bobby Mamahit, Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Sodik Hardjono serta Ketua Women In Maritime Indonesia (WIMA INA), Chandra Motik.

Comments

comments